Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Golput adalah pilihan

golputSaat ini di Bali sudah mulai memasuki hangatnya suasana menjelang pilkada.
Beberapa kabupaten di Bali memang akan melakukan pilkada secara serentak.

Memasuki awal tahun 2010 sudah ada beberapa nama yang muncul.
Calon2 incumbent yg kuat juga mulai ambil ancang2.

Bahkan beberapa calon sudah mulai bergerilya turun ke desa2 melakukan darmasuaka(silaturahmi),pengobatan gratis dll.
Cabup2 itu pun tiba2 menjadi sangat dermawan,perhatian dan mau menerima keluh kesah masyarakat.


Uang pun mulai mengalir deras.Uang yang berkedok Sumbangan mulai masuk ke desa2 adat.
Tim sukses pun bersiap2 panen raya,karena tak bisa dipungkiri saat kampanye seperti inilah ada beberapa oknum yang memanfaatkanya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Bahkan lucunya ada cabup yang tiba2 punya Facebook dan bergerilya di sana.Mungkin meniru kesuksesan obama presiden amerika.Facebook memang lagi booming. .Mungkin bila dimanfaatkan dgn baik bisa menjadi salah satu alternatif kampanye dan sosialisasi.Masih lekat diingatan waktu pileg,ada beberapa caleg yang juga memanfaatkan facebook sebagai sosialisasi.


Terus dari semua hiruk pikuk diatas, apa yang bisa kita lakukan dan harapkan?
Karena melihat pengalaman yg lalu2 ,biasanya memang para pejabat itu hanya mau turun apabila saat kampanye saja.
Apabila sudah menjabat mereka cepat lupa sama pemilihnya.
Bahkan wilayah yang notabene sebagai lumbung suara saja tidak diperhatikan,apalagi wilayah dimana pesaingnya dulunya mendapat banyak suara.

Apa yang bisa kita harapkan dari pemimpin yang seperti itu?
Dengan Biaya pendidikan yang tetap mahal,sekolah yang dijadikan bisnis,biaya kesehatan yang mahal ,jaminan kesehatan bagi rakyat miskin yang di persulit,pembangunan yang tidak adil dan merata,ketimpangan dan kesenjangan sosial yang tinggi,lapangan pekerjaan yang sulit,korupsi,kolusi dan nepotisme,pungli dimana2 dll. . . ?

Dari semua hal di atas tidak ada salahnya banyak calon pemilih yang bersikap apatis.
Golput pun menjadi pilihan.
Walau golput atau golongan putih sangat tidak dianjurkan,tapi bila keaadaannya seperti diatas golput jadi tidak haram dilakukan.

Jadi GOLPUT ADALAH HAK

bagaimana dengan anda?

3 komentar untuk "Golput adalah pilihan"

  1. ambil uangnya aja, klo ada tentunya hahaha.......
    anjuran kurang bagus nih kayaknya wkkkkk....

    BalasHapus
  2. ikut aja kampanye asal dapat uang, ikut makan2 biar kenyang, ikut pengobatan biar sehat, jika pilihan tetap pakai hati. Jangan asal pilih yang suka nyumbang, politik sudah menjadi biro dagang. Tak ada pedagang yang mau rugi begitu pula para tokoh politik yang suka menghamburkan uang, pasti ingin uang yang lebih banyak. Tidak hanya kembali modal, tapi keuntungan yang bermiliaran. Dimana pemimpin mengambil keuntungan bila tidak mencukur hak rakyat? Ya, hak rakyat yang dicukur dan dibabat habis. Harusnya uang yang turun ke masyarakat untuk rakyat dan daerah tapi harus dicukur dan dibabat di atas.
    Kadang kala ada yang menurunkan tapi terdahulu di tunda. Disimpan di Bank menjadi deposito yang menguntungkan, setelah untung baru dibagikan. Ya jadinya masyarakat tewas kelaparan. Waspada pada pencukur rakyat.

    BalasHapus
  3. Wah mantap idenya. . Kwkwkwkw . .Ya gak ada lagi yg namanya fanatik2an . .Mereka senang2 ,dibawah malah berperang . .
    Ambil uangnya dan diam

    BalasHapus