Ini mungkin hal yang paling menyakitkan bagi keluarga almarhum gesang ,dan rakyat indonesia pada umumnya.
Bagaimana tidak,ditengah suasana berduka atas meninggalnya maestro gesang,ternyata ada klaim dari 4 warga belanda atas lagu bengawan solo


gesangKlaim ini tentu saja menghentak nurani bangsa kita.
Lagu bengawan solo yang sudah begitu akrab dan sudah dikenal sebagai karya dari seorang maestro kroncong dari solo ,kini di klaim oleh bangsa Asing.

Belanda sepertinya tidak pernah rela melepas negeri kita,mereka belum puas mengeruk kekayaan,menguras keringat kita selama 3setengah abab!Dan kini masih tetap menginginkan karya seni kita terutama lagu bengawan solo.

Kenapa klaim seperti ini terus terjadi?
Selain perhatian pemerintah yang kurang terhadap karya-karya anak bangsa,para seniman kita terutam seniman tradisional kita masih setia dengan prinsip 'ngayah' atau berkreasi tanpa mengharapkan imbalan.
Di BALI tradisi ngayah ini tetap ada sampai sekarang.Para seniman tetap berkreasi tanpa mengharapkan imbalan,apalagi mendaftarkan hak paten.
Masih belum hilang dari ingatan saat tari pendet yang di klaim malaysia.
Klaim yang sungguh gila,bodoh dan idiot !
Emg dasar negara maling,tarian pendet yang punya ciri khas bali dan tak mungkin sama dengan daerah lain tetap saja di klaim.

Oleh karena itu pemerintah mestinya lebih pro aktif.
Jangan sampai klaim klaim seperti ini selalu terulang,dan selalu menghabiskan energi kita.
"Akhir kata saya ucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya bapak gesang,semoga arwahnya tenang di alam sana dan mendapat tempat yang layak"

terimakasih mansuka™ ©2010

6 comments:

  1. Kalo saya pernah baca tuch mas yang meng-klaim orang Jepang, sejarahny c pas jepang msh jajah Negeri ini mereka suka ama lgu ne, trus pas hirosima ama nagasaki di bom, mereka plng k kmpung hlaman gondol lagu tersebut, kurng lbh kaya gtu,hehe...Btw saya juga turut brduka cita atas meninggalnya Eyang Gesang

    ReplyDelete
  2. Pemerintah zaman sekarang ini cuma berkutat adu mulut adu otot hanya karna urusan korupsi, mereka berusaha keras siang malam otaknya selalu online mencari dan mengatur srategi, bagaimana agar dirinya bisa makan nangka sampai kenyang bahkan jika perlu menimbun tanpa kena getahnya. Dan yang kena getahnya berusaha keras protes untuk merebut nangkanya, padahal nangka itu milik rakyat, jadi Otomatis pemerintah ga kefikiran untuk ngurusi budaya yang tidak ada nangkanya itu, paling2 nanti cuma di adakan diskusi di TVone pada acara debat, nah tentu dalam acara debat mereka pasti memiliki silang pendapat, lalu ribut sendiri, kuat2an dan gencar2an ngorocos tanpa titik koma, sementara pihak yang meng Klaim budaya kita mereka bersenandung gontai asyik berdansya dgn pasangannya dgn mesra

    ReplyDelete

 
Top