geboganHari ini tepat hari Rabu, 2 Pebruari 2011 Tilem Kewulu, Buda Umanis Tambir Tilem Sasih Kewulu Çaka 1932 adalah merupakan hari yang special.Hari ini adalah hari otonan atau peringatan kelahiran yang kalau di barat di sebut birthday atau hari ulang tahun .

Kenapa special?ya karena otonan kali ini bertepatan dengan tilem atau bulan mati.kejadian ini sangat jarang dan hanya terjadi beberapa kali saja selama hidup.Masyarakat hindu Bali menyebut otonan ini sebagai otonan nadi.

Dan karena special ,sesajian dan upakaranya pun agak berbeda dari otonan biasa.
Mungkin ini tidak ada artinya bagi masyarakat luar bali,tetapi bagi masyarakat hindu bali ,otonan adalah hal yang sangat penting, walau sekarang mungkin agak dilupakan dan lebih terpengaruh oleh budaya pesta birthday hura2 gaya barat.

Sekilas mengenai otonan.



Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari.
Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Sapta Wara, Panca Wara, dan Wuku yang sama.
Misalnya orang yang lahir pada hari Rabu, Keliwon Sinta, selalu otonannya akan diperingati pada hari yang sama persis seperti itu yang datangnya setiap enam bulan sekali (210 hari).

Berbeda dengan peringatan hari Ulang Tahun yang hanya menggunakan perhitungan tanggal dan bulan saja, dengan mengabaikan hari maupun wuku pada tanggal tersebut.
Misalnya seseorang yang lahir tanggal 10 Januari, maka hari ulang tahunnya akan diperingati tiap-tiap tanggal 10 Januari pada tahun berikutnya (12 bulan kalender).

Otonan diperingati sebagai hari kelahiran dengan melaksanakan upakara yadnya yang kecil biasanya dipimpin oleh orang yang dituakan dan bila upakaranya lebih besar dipuput aleh pemangku (Pinandita).

Sarana pokok sebagai upakara dalam otonan ini ada1ah; biyukawonan, tebasan lima, tumpeng lima, gebogan dan sesayut.Menurut tradisi umat Hindu di Bali, dalam mengantarkan doa-doa otonan sering mempergunakan doa yang diucapkan yang disebut sehe (see) yakni doa dalam bahasa Bali yang diucapkan oleh penganteb upacara otonan yang memiliki pengaruh psikologis terhadap yang melaksanakan otonan, karena bersamaan dengan doa juga dilakukan pemberian simbol-simbol sebagai telah menerima anugerah dari kekuatan doa tersebut.


Kalau di jawa ini mungkin sama seperti weton tapi mungkin sudah tidak ada yang memperingatinya lagi.

Possibly related posts: (automatically generated)

2 comments:

 
Top